perintah hati ketika ia melepaskanku

March 19th, 2006 by arie29

diam!!

berdiri!!

jangan menangis!

seka air matamu!

pendam dukamu!

berlarilah…

seret langkah patahmu

jangan tengok ke belakang!!

                                           ia membuatmu terjatuh…

                                           ia membuatmu terluka….

berharaplah angin meniupkan pedihmu

biarkan hujan melunturkan demdammu.

Mengapa Aku Diuji…..?

March 19th, 2006 by arie29

aku dapet dari http://rini_adis.blogs.friendster.com/my_blog/2006/02/mengapa_aku_diu.html

MENGAPA AKU DIUJI?

Surah Al-Ankabut ayat 2-3
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesunggguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.

MENGAPA AKU TIDAK MENDAPATKAN APA YANG AKU IDAM-IDAMKAN?

Surah Al-Baqarah ayat 216
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi(pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

MENGAPA UJIAN SEBERAT INI?

Surah Al-Baqarah ayat 286
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

AKU MERASA FRUSTASI!

Surah Al-Imran ayat 139
Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.

BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA?

Surah Al-Imran ayat 200
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.

Surah Al-Baqarah ayat 145
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.

APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA COBAAN INI?

Surah At-Taubah ayat 111
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.

KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?

Surah At-Taubah ayat 129
Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal

AKU TAK DAPAT BERTAHAN LAGI!!!

Surah Yusuf ayat 87
Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.

ku ubah doaku….

February 7th, 2006 by arie29

tempo hari, sebuah bacaan membuat sedikit perubahan pada doaku. sederhana memang, tapi punya arti cukup dalam.

dan sejak hari itu pula ku ubah sedikit doaku.

aku tidak lagi berdoa dapat hidup bersama orang yang aku cintai,

doaku kini, aku dapat mencintai orang yang hidup bersamaku.

protes plus caci maki

January 14th, 2006 by arie29

hmmm…

banyak hal yang kadang bisa buat otak manusia yang terus berpikir n  jadi overload gara-gara mikirin benang kusut masalah bangsa yang harus diselesaikan.

ya tapi memang ngga bisa dihindari, lha wong justru itu anugrah Yang Kuasa n tugas para khalifah dibumi ini kan?

emosional memang kalau semakin dalam kita mengerti dan paham bahwa ternyata akar masalahnya ya manusia juga. disini berusaha menyelesaikan disana ko ngacak-ngacak…

dan wajar memang kalau tekanan darah ke otak jadi semakin tinggi dan harus termanifestasikan dalam kata-kata protes dan caci maki. tapi tenanglah sahabat… semua pasti ada alasan. just keep cool n evrything gonna be ok.

protes dan caci maki memang merupakan satu bentuk respon terhadap adanya fenomena dan satu bentuk pertanggungjawaban terendah yang bisa kita lakukan atas ketidakberesan yang kita tau namun sulit untuk kita selesaikan dengan tindakan. tapi, dengan tidak bermaksud menyepelekan atau menganggap rendah atau bahkan mematikan kreatifitas berprotes dan bercacimaki ria, hari gini protes pake caci maki masih musim getho? ^_^

sorry…

maksudnya ditengah kondisi panas n semrawutnya bangsa ini, kadang protes disertai caci maki justru menambah kalut keadaan yang harus dibenarkan. ada baiknya meredam  dan sejenak beralih sudutpandang dan menempatkan diri pada posisi (yang dianggap) salah. kenali dan pahami untuk mengerti cara mengembalikan yang salah tersebut. jangan ragu berempati dan percaya.

dari situ mungkin kita akan mengerti ada cara lain yang lebih bisa memberikan kesejukan pada kondisi seperti ini.